APARIMINTA JAGAT PRAMUDITA

 

Perkenalkan beliau adalah Ibu Sumiyem. Beliau merupakan Ibu dari dua orang anak yang berprofesi sebagai seorang penjahit. Beliau sudah lama ditinggal oleh sang suami, sehingga beliau harus bekerja keras seorang diri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Beliau tinggal di Jl. Iskandar Kel.Madurejo Kec. Arut Selatan. Beliau tinggal di rumah yang cukup sederhana dengan anak bungsunya karena anak sulungnya beliau putuskan untuk memasukkannya ke Pondok Pesantren. Rumah tempat tinggal Ibu Sumiyem sering tergenang airu jika hujan yang turun terlalu lebat. Hal ini dikarenakan rumah tempat tinggal ibu Sumiyem berada tepat diantara tanjakan dan turunan, tetapi tidak terdapat saluran air yang mencukupi, sehingga rumah ibu Sumiyem sering terendam air pada saat hujan lebat. Kemudian, dalam kesehariannya sebelum pandemic beliau mengantar jemput anak bungsunya ke sekolah. Namun saat keadaan pandemic sekarang beliau berusaha keras dirumah untuk bekerja sekaligus mengajari anaknya tentang pelajaran sekolah. Beliau bilang selalu kesulitan saat membantu anaknya dalam belajar, sehingga beliau sering meminta bantuan keponakkannya untuk mengajari anak bungsunya. Selain berprofesi sebagai penjahit beliau merupakan orang kepercayaan saya dalam memasarkan beberapa pakaian, dikarenakan selain orang dapat berkonsultasi dengan beliau tentang bentuk pakaian, beliau juga mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil menjual pakaian.

Beliau sering diminta oleh beberapa kelompok untuk membuatkan baju dan seragam, namun karena beliau bekerja seorang diri terkadang beliau merasa pekerjaan tersebut terlalu sulit sehingga beliau meminta beberapa dari teman maupun tetangganya untuk membantunya. Menurut beliau rezeki harus dibagi-bagi antarsesama sehingga selain pekerjaan tersebut selesai dalam jangka waktu yang ditentukan beliau juga dapat berbagi rezeki ke sesame dan beliau merasa baik-baik saja karenanya.

Awal mula saya bertemu Ibu Sumiyem adalah pada saat saya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas kelas X. Keponakan beliau merupakan teman sekelas saya, sehingga saya lumayan sering mengunjungi beliau. Beliau merupakan orang yang ramah dan asik untuk diajak berbicara, gaya berbicaranya pun tidak terlalu kaku ataupun terlalu formal, sehingga untuk bercerita ataupun curhat ke beliau akan terasa nyaman. Dalam beberapa acara saya sering bertemu dengan beliau beliau rela mengendarai kendaraan sepeda motor membawa kedua anaknya sejauh dua puluh kilometer untuk mengunjungi salah satu kerabat yang beliau miliki.

Menurut saya di usia yang sudah tidak muda, beliau merupakan seorang pekerja keras. Beliau akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, semua pekerjaan yang beliau lalui seorang diri akan sangat berbekas di lubuk hati anak – anaknya. Beruntungnya beliau, beliau memiliki kerabat yang baik dan memiliki kepedulian yang tinggi sehingga, apabila beliau memiliki kesulitan ataupun hambatan maka kerabat beliau akan datang untuk menolong beliau. Beliau merupakan seorang perantauan yang merantau dari tanah Jawa untuk mencari penghidupan di tanah Dayak Kalimantan. Beliau bersama suami saling bantu membantu dalam mencari penghidupan, namun ketika ditinggal oleh sang suami, Ibu Sumiyem menjadi berjuang sendiri untuk menuhi apa yang beliau dan anak – anaknya perlukan setiap harinya. Saya di sini kurang berani untuk bertanya prihal suami beliau, dikarenakan takut membuat luka lama tomul kembali, sehingga saya mengurungkan niatan untuk bertanya prihal suami beliau. Namun dari cerita kerabat beliau, Ibu Sumiyem sudah sering ditawarkan untuk menikah tetapi menurut saya beliau merupakan orang yang sangat setia karena sampai usianya yang sudah tidak muda lagi, beliau masih sering meliat foto beliau bersama suaminya waktu masih muda. Bahkan beberapa kerabat pernah hampir menjodohkan beliau dengan seseorang, namun beliau menolak dengan alasan masih mampu untuk menghidupi anak – anaknya seorang diri. Pasti diantara pembaca sekalian penasaran bagaimana saya bisa mengetahui tentang kehidupan beliau dengan begitu rinci. Hal ini dikarenakan saya merupakan teman dekat dari keponakan beliau yang tinggal bersama beliau selama masih duduk di bangku  Sekolah Menengah Atas. Keponakan beliau merupakan orang yang sangat asik jika diajak untuk bergurau. Keponakan beliau bahkan sering menginap di rumah saya, beberapa hal kecil ini lah yang pada akhirnya membuat saya dekat dengan keluarga ibu Sumiyem. Bahkan saya pernah diundang ke beberapa acara kerabat beliau. Beberapa acara tersebut seperti arisan dan makan bersama keluarga besar ibu Sumiyem di daerah Sungai Rangit.

Keponakan beliau yang merupakan teman dekat saya merupakan orang yang sangat beruntung dan cerdas. Bagaimana tidak, teman dekat saya alias keponakan ibu Sumiyem merupakan juara 1 Olimpiade Sains tingkat kabupaten, bahkan keponakan ibu Sumiyem mampu menjadi perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengikuti ajang Olimpiade Sains tingkat Nasional di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada tahun 2019 di Padang. Perlu anda ketahui disini, bahwa keponakan beliau selama waktu Sekolah Menengah Atas tinggal bersama dengan beliau. Sekarang keponakan beliau sedang menenpuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Sepuluh November di Surabaya. Menurut saya Ibu Sumiyem sudah banyak melalui asam garam dunia, dan patut saya tiru perbuatan baik beliau dan membalasanya kelak. Namun dengan adanya tugas dari LEGION ini saya dapat membantu ibu Sumiyem walaupun tidak banyak tetapi saya dengan tulus hati untuk memberikan atau menyisihkan rezeki yang saya dapatkan untuk membatu keseharian ibu Sumiyem. Seperti apa yang sudah saya terangkan diatas bahwa ibu Sumiyem memiliki prinip bahwa rezeki yang datang kepada kita itu harus kita bagi dengan antarsesama agar nantinya dapat bermanfaat lebih dari apa yang kita kira. Dan dengan membagi rezeki kita, kita tidak akan merasa kekurangan dan akan terus bersyukur. Karena ibu Sumiyem yakin pada waktunya nanti pasti akan di balas oleh Yang Maha Kuasa dengan rezeki yang lebih dari apa yang diberikan sekarang. Prinsip tersebutlah yang saya ingin terapkan dalam hidup saya, saya berharap nantinya pada saya sudah beranjak lebih dewasa dan sudah mendapatkan penghasilan walupun tidak seberapa. Saya masih ada niat dan keinginan untuk berbagi kepada sesame untuk saling meringankan beban hidup masing – masing. Bukan hanya prinsip ini yang ingin saya terapkan dalam hidup saya yang berasal dari apa yang ibu Sumiyem lakukan. Masih banyak lagi hal baik yang pastinya pernah ibu Sumiyem lakukan yang ingin saya terapkan dalam hidup ini seperti sikap setia pada pasangan, bertanggungjawab terhadap anak, tidak putus asa, tetap sabar dan berikhtiar untuk terus melanjutkan hidup. Sepertinya sekian saja cerita dari saya tentang ibu Sumiyem. Saya tidak ingin di cap sebagai orang yang “sok tau” tentang bagaimana kehidupan ibu Sumiyem, tetapi disini saya hanya memaparkan tentang apa yang saya ketahui tentang Ibu Sumyem. Beberapa cerita mengenai beliau saya dapatkan dari kerabat dekat beliau, sehingga mohon maaf jika terdapat informasi yang tumpang tinding pada paparan saya diatas. Akhir kata saya Jafier Rayhan Al Mudhofar memohon maaf jika terdapat kesalahan penggunaan kata dan ketidakjelasan cerita. Sekian dan terima kasih.

 

Komentar